Senin, 14 September 2015

MEMUTUSKAN UNTUK MENJADI AGEN ASURANSI

Bukan perkara mudah untuk merubah pola hidup kantoran, yang biasa kerja administratif, untuk menjadi seorang pemasar, apalagi pemasar produk asuransi.


Pergulatan panjang mesti dilalui, hampir setahun lulus ujian AAJI, tapi masih belum bisa juga untuk meyakini profesi ini. Belajar banyak sudah, baca banyak buku tentang asuransi sudah, paham tentang asuransi sudah. Tapi memang mengubah keyakinan dan 'habit' adalah pekerjaan sulit, paling sulit dari yang pernah dijalani selama ini.

Comfort Zone yang sudah 20 tahun dijalani membuat mental seperti katak dalam tempurung, ruang setengah lingkaran nan sempit dianggap tempat paling aman dan nyaman. Tidak pernah sadar bahwa tempurung sudah mulai lapuk dan dunia luas menantang, siap melumat siapa saja yang tidak siap.

Hanya ada pilihan dua , tetap di "zona aman dan nyaman" yang sesungguhnya sangatlah tidak aman atau ........, sekalian bertarung di zona yang tidak aman dan tidak nyaman untuk selamat menuju ke tempat aman dan gemah ripah loh jinawi ?

Sama seperti para pejuang kemerdekaan dulu, pilih aman dan nyaman jadi orang Hindia Belanda atau angkat senjata dan berjuang mati-matian untuk jadi Indonesia Merdeka. Apa jadinya jika dulu para tetua kita lebih memilih untuk tetap menjadi Hindia Belanda ?

Anak-anak dan cucu-cucuku, akan  menjadi generasi yang seperti apakah mereka ? Mereka harus menjadi generasi yang kuat, yang mampu berkompetisi dan menjadi pemenang pada zamannya. Dan itu harus diperjuangkan mulai dari sekarang. Tanpa penundaan.

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar